Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2019

Gara-gara kunci rumah tertinggal

Namaku Hendriansyah, biasa dipanggil Hendri. Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur.

Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Nia Ramawati namanya, tapi ia biasa dipanggil Ninik. Usianya saat itu sekitar 24 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Ninik. Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu. Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing.

Keindahan tubuh Mbak Ninik tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekal…

Kak Linda Tetanggaku

Perkenalkan namaku Rendi, umurku saat ini 20 tahun. Kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor. Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 kg. Di situs ini aku akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan.

Aku punya teman sebayaku namanya Putri, dia juga duduk di bangku SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Waktu itu hari sangat panas, aku…

Tubuh seksi lala sepupuku

Namaku angin. Aku adalah seorang mahasiswa di sebuah PTS swasta terkenal dijogja. Cerita berawal 2 tahun yang lalu, ketika anak pamanku yang tinggal di kota sebelah disekolahkan oleh orangtuanya kejogja. Lala namanya. Usianya saat itu baru 18 tahun. Walaupun begitu, ia terlihat lebih dewasa dari usianya yang sebenarnya. Tingginya sekitar 165 cm, rambut panjang sebahu dengan bentuk tubuh yang proporsional. Dadanya cukup besar, kutaksir ukurannya sekitar 34 B. Hidungnya mancung dan
kulitnya putih mulus. Maklum, ibunya keturunan ningrat
Selama bersekolah di jogja lala tinggal di rumah kontrakanku . Makin hari, kami semakin akrab. Terkadang, bila ada waktu luang, ku jemput dia sepulang sekolah dengan mobilku.

Suatu hari, hujan turun deras sekali. Rumahku sedang kosong saat itu. aku sendiri di kamarku, bersantai sambil menyaksikan film porno ditemani sebotol Vodka. Aku adalah seorang pecandu alkohol. Tiba-tiba kudengar bel pintu berbunyi.
"Siapa yang datang hujan-hujan begini?", …

Dibalik Kain Hitam

Julianto mencari-cari bukunya yang hilang dengan kepanikan yang tinggi. Dia mengobrak-abrik seluruh laci yang ada dalam kamarnya. Dia berkeringat dingin. Dia sendiri tidak bisa membayangkan apa jadinya nanti seandainya buku porno itu jatuh ke tangan ibunya. Dia sangat takut. Tiga tahun yang lalu dia juga pernah tertangkap guru karena membawa VCD porno ke sekolah tetapi, untung baginya karena dia bisa menyembunyikan masalah itu dari ibunya. Kali ini dia sungguh tidak bisa lolos lagi.

"Ke mana buku itu, Julianto Hongaris?" tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Mengapa kau bisa begitu bodoh dalam menyimpan barang-barang pribadimu?"

Julianto membolak-balikkan badannya menerka-nerka kapan dia membaca buku itu terakhir kali. Tetapi sia-sia saja dia mencari dan memeras otaknya karena dia tidak ingat lagi di mana dia meletakkan buku itu terakhir kalinya.

"Semoga saja buku itu tidak jatuh ke tangan Ibu," Julianto berdoa dalam hati.

Julianto pun menyerah. Dia pun mereb…

Nikmatnya Interview Birahi

Ini adalah cerita dewasa kiriman dari seorang pembaca setia situs ceritabf.info. Terima kasih atas kiriman ceritanya bos. Kisah panas dan nyata ini sangat menggugah selera seksual kita. Selamat menikmati..

Wajah Pak Bowo menjadi serius, dia menjelaskan kalau memang dia interest sama Priska. Apalagi untuk sekretaris. Aku tidak mengerti kenapa harus Priska, dan saya mencoba menjelaskan bahwa akupun pernah bekerja dan untuk pekerjaan sekretaris pasti aku bisa. Pak Bowo tersenyum. “Priska benar2 gak mau ya mbak?” aku mengangguk mengiyakan.

“Sayang padahal lumayan kalau punya sekretaris seperti Priska, kalau mbak Mila saya nggak mau, kalau ada apa2 saya kan nggak enak sama suami mbak. Sekretaris saya di kantor satunya juga single, kalau harus ke luar kota nganter saya kan nggak enak. Kalau sama mbak kan nanti istri saya tau saya keluar kotanya gak sendirian.”

“Oh gitu” sahutku. Ahh dasar laki2 batinku. “Jadi kalau dengan Priska bapak bakalan keluar kota dengan dia?” tanyaku. Pak Bowo terse…

Aku, Celana Dalam dan Bra

Aku seorang jejaka 22th, setamat SMU disebuah kota kecil yang terkenal akan reognya aku langsung merantau ke Jakarta hingga sekarang, aku bekerja di sebuah hotel di kawasan Blok M jakarta, menjadi seorang petugas laundry. Sudah 1 tahun lamanya aku dibagian itu, tapi sungguh sampai saat ini aku begitu menikmati pekerjaanku, kenapa? padahal gajiku tak bisa disebut cukup. Pas sebulan habis, emang sih kalau yang namanya duit itu tidak akan pernah ada kata 'cukup' deh..

Pertama kali aku bekerja, aku mendapatkan posisi sebagai petugas kebersihan kamar hotel, saat itulah cerita ini dimulai, terus terang aku bukan si jelek atau si tampan, tapi sedap dipandang mata kata ibuku (boleh dong memuji diri sendiri), keluargaku bukan "orang berpunya" dan aku juga tak pandai berkata-kata, mungkin itu pula sebabnya aku jadi sering kikuk, minder kalau bertemu dengan seorang wanita, apalagi wanita itu cantik dan aku tertarik padanya, duh! pasti aku tak ubahnya sebuah patung yang bisa ber…

Tugas Kuliah dan Mahluk Ajaib

Nama gue Doni dan nama gue maupun tokoh yang ada di cerita gue ini 100% adalah nama samaran. Akan tetapi kejadian ini adalah pengalaman gue dan tokoh yang ada di dalamnya. Gue mau ceritakan pengalaman gue waktu kuliah disebuah kota di jawat timur yg terkenal karena apelnya. Kejadiannya kurang lebih 10 tahun yang lalu, gue inget kisah ini gara2 gak sengaja ikut grup fb alumni dan ybs nge-add pertemanan dan kami bercerita kejadian yang lalu. Cerita ini dimulai waktu gue menginjak semester 9. Saat masa2 akhir kuliah gue di kota apel ini. Gue ini tergolong mahasiswa kadaluarsa, yang baru lulus 5++ tahun di kampus yang isinya 'calon' engineer semua.

Saat semester itu, gue terpaksa mengulang beberapa mata kuliah yang dengan nilainya mengenaskan (C- & D). Mungkin untuk ukuran mahasiswa teknik biasa mengulang dijaman gue. Gue kenal dengan adek tingkat gue, sebut saja namanya Evi dari doi semester 1. Karena gue dulu aktif di
organisasi kampus (dan ini juga yg bikin kuliah gue terbe…

Yang Membuatku Sempurna

Pada mulanya aku sering berpikir apakah aku ini normal atau tidak. Tapi setelah membaca dari sebuah situs terkemuka di internet, katanya pikiran yang sering menggodaku ini normal-normal saja. Bahkan kata situs itu, lebih dari 50% para suami suka membayangkan seperti yang sering kubayangkan. Suka membayangkan, seandainya istri mereka disetubuhi lelaki lain. Terutama mereka yang sudah mulai dilanda kejenuhan dalam rumah tangganya.

Apakah aku sudah mulai jenuh pada Hanny yang sudah 10 tahun menjadi istriku dan menjadi ibu dari kedua anak-anakku? Bukankah dahulu aku begitu tergila-gilanya pada Hanny, sehingga tak sabar lagi ingin cepat-cepat menikahinya waktu ia baru lulus kuliah? Karena takut keburu disamber pria lain?

Ya, tadinya Hanny adik kelasku di SMA. Waktu aku kelas 3, dia baru kelas 1. Dan aku hanya mengejar D3, lalu kerja dan cepat-cepat menikahi Hanny yang baru lulus kuliahnya.

Hanny lahir dari keluarga yang cukup mapan. Sehingga ia tidak terlalu merongrong padaku, bahkan mertu…