Skip to main content

Pejabat Negara

Cerita ini bukan pengalamanku, tetapi pengalaman temanku. Dia adalah pejabat negara. Pada kedudukannya, semua harus diketahui publik, misalnya mengenai berapa hartanya, apa saja. Lalu dimana kantornya, no telp kantor, no telepon rumahnya dan no telp HP yang bisa dihubungi.

Selama ini saya membaca nilai kekayaan harta-harta pejabat negara itu hanya sebagai hiburan. Demikian juga soal no telepon dan alamat rumahnya. Misalnya alamat rumah di daerah mahal, atau di pinggiran Jakarta, diketahui hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu.

Saya tidak menyangka konsekwensi terlalu jauh mengenai keharusan keterbukaan seorang pejabat. Saya pikir karena aturan main menyatakan begitu ya harus diturutilah.

Namun dari keterbukaan itu muncul cerita unik yang sama sekali di luar sangkaan saya. Sebut saja nama temanku itu Amin, umurnya di akhir 40 an tahun, penampilannya lumayan menarik. Dia tidak sering muncul di televisi, tetapi beberapa kali dia tampil di TV sebagai nara sumber.

Suatu hari masuk SMS ke Hpnya ketika sedang agak ngantuk mengikuti meeting siang hari. Isinya kira-kira minta berkenalan dari seorang cewe berusia 21 tahun. Singkatnya cewe itu mengharap bantuan untuk membiayai kuliahnya, karena biaya semesterannya sudah menunggak dan sudah menjelang deadline.

SMS itu dianggap angin lalu saja oleh Amin. Besoknya masuk lagi SMS dan MMS. Foto setengah badan dari cewek yang mengaku bernama Harum. Lumayan cantik. Ada 2 foto yang dikirim dan kembali mengharapkan bantuan.

Amin tetap tidak mempedulikan. Keesokan harinya masuk lagi satu MMS. Kali ini foto setengah badan dari Harum, yang polos. Terus terang kata Amin dia mulai tergugah, karena tampilan payudaranya cukup montok dan bentuknya masih kokoh dan kenyal.

SMS dan MMS itu selalu dikirim pada office hour. Harum cukup smart juga karena jam-jam itu, pasti Amin berada di luar rumah atau minimal di kantor. Dua jam kemudian, Harum kembali mengirim MMS foto satu badan penuh dan kali ini polos, satu lagi dikirim fotonya memperlihatkan lebih jelas mengenai kemaluannya yang masih sedikit bulunya.

Berturut-turut masuk lagi 2 MMS yang merupakan foto close up dari kemaluan Harum. Amin bingung menerima begitu banyak foto menggairahkan dari seorang wanita muda yang belum dikenalnya sama sekali.

Karena naluri kelaki-lakiannya, Amin terdorong mulai menanggapi SMS. Akhirnya diketahui bahwa Harum tinggal di Singaraja Bali. Pembicaraan tidak lagi melalui SMS, tetapi sudah mulai bicara langsung melalui HP.

Karena keinginan dan nafsu, Amin berjanji berjumpa dengan Harum di Denpasar, atau tepatnya di Sanur. Harum memang seorang yang jelita. Dia mengaku termasuk nominasi 10 orang dalam kontes kecantikan di Bali. Kalau tidak cantik, mungkin Amin tidak tergerak hatinya untuk iseng menanggapi SMS Harum. Apalagi yang diharapkan Harum hanya 10 juta rupiah. Jumlah itu yang menurut Amin tidak terlalu besar.

Dalam percakapan jarak jauh, Harum sudah menyatakan kesediaannya menemani Amin tinggal di Hotel selama 2 malam. Dia akan langsung chek in di Hotel yang sudah dipesan Amin dari Jakarta. Kebetulan pada hari yang dijanjikan itu Amin ada tugas kunjungan kerja ke Bali. Jadi dia tidak perlu keluar duit untuk bayar pesawat, malah mendapat uang saku SPD (Surat Perjalanan Dinas). Setara golongan IV PNS.

Amin dengan pakaian casual, berkaus polo dan blue jeans serta sepatu kets dan tidak ketinggalan topi serta kaca mata, dia langsung menuju hotel yang telah di pesan dan didalamnya sudah menunggu Harum. Karena memang sudah kontak melalui telepon, Amin tidak perlu mengetuk kamar, tetapi langsung mendorong pintu yang sudah sedikit terbuka.

Harum sudah menunggu di depan pintu. Dia menyalami tangan Amin dan mencium tangannya. Tidak terkesan Harum merasa kikuk. Malah Amin yang merasa kikuk menghadapi gadis dengan beda usia hampir 30 tahun. Apalagi kedudukan Amin di pemerintahan sangat terhormat, tentunya dia juga sangat was-was menjalani pertemuan seperti ini.

Harum meggandeng tangan Amin. Dia memanggil Amin, Ayah. Amin duduk di sofa dan Harum langsung menggelendot dan duduk dipangkuan dan memeluknya. Amin masih rikuh dan belum banyak dia mengeluarkan kata-kata.

Harum sangat aktif, Tangannya secara trampil membuka kancing kaus polo Amin dan meminta izin untuk membukanya melalui kepala. Amin menurut saja. Harum mengajak Amin mandi dengan air hangat. Satu persatu pakaian Amin dibuka Harum, sehingga kini tinggal celana dalam boxer dan kaus singlet. Setelah itu harum membuka sendiri bajunya sampai terlepas semua. Tubuh Harum memang indah. Teteknya cukup besar menantang, putingnya coklat muda dan masih kecil, bulu kemaluannya masih jarang sehingga bentuk kemaluan yang tembam terlihat. Kulit seluruh tubuh Harum putih dan terlihat kontras dengan rambutnya hitam yang diurai sebahu. Rambut Harum cenderung lurus.

Tampilan Harum jauh lebih cantik dari foto yang dikirim selama ini. Harum menarik Amin berdiri dan dia lalu melucuti kaus singlet dan celana dalam. Kemaluan Amin belum terlalu sempurna berdiri. Penisnya masih menggantung ke bawah, tetapi sudah terlihat gemuk.

Harum membimbing Amin menuju kamar mandi. Mereka berdua lalu masuk ke bath tub. Harum dengan cekatan menghidupkan pancuran dan mengatur kehangatan air yang memancar. Amin dimandikan seperti bayi oleh Harum. Di tengah sedang memandikan, Harum minta izin karena dia kebelet pipis. Harum duduk di toilet dan terdengar suara pancaran air kencingnya mendesir, cukup lama juga.

Setelah membersihkan dirinya dia mengambil sikat gigi dan mereka berdua menggosok giginya. Terasa segar nafas setelah usai membersihkan mulut. Kesempatan berdua di pancuran tentunya tidak disia-siakan Amin. Tangannya meremas bongkahan tetek yang terasa mengkal. Tangan Amin juga menyeruak mengobel belahan memeknya yang baru saja dibersihkan dengan sabun.

Harum menyabuni seluruh tubuh Amin dan di bagian penisnya dibersihkan dan dikocok. Sehingga penis yang tadinya masih mengenttung, perlahan-lahan menjadi makin keras dan mulai agak berdiri. Berdirinya masih belum terlalu sempurna, tapi sudah memenuhi persyaratan cukup keras untuk menerjang masuk ke lubang vagina.

Usai mandi dan mengeringkan dengan handuk. Amin mengenakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan Harum mengenakan handuk sebagai kemben menutupi sampai ke bagian dadanya. Mereka berdua lalu duduk di tempat tidur ukuran king size.

Amin yang sudah terangsang sejak tadi menarik tubuh Harum berbaring di bed. Handuk yang melilit ditubuh Harum dibuka dan terhamparlah tubuh indah Harum yang belum banyak ditimbuni lemak, teteknya masih masih tegak penuh. Harum bertindak pro aktif. Disosor bibir Amin dan dia mengambil posisi menindih tubuh Amin. Ciuman Harum turun terus ke dada Amin dan digigitnya pelan puting kecilnya. Amin diam pasrah dan birahinya makin naik. Harum terus turun dan menggeenggam penis Amin. Dengan satu gerakan penis Amin sudah berada di dalam mulut Harum

Terasa bahwa Harum sudah pernah melakukan oral dan kelihatannya dia cukup berpengalaman. Amin masih agak syak, apakah Harum ini benar anak kuliahan yang butuh bantuan biaya, apa call girl yang melakukan teknik marketing menyamar sebagai anak kuliahan.

Dari komunikasi baik melalui telepon maupun tadi dalam pembicaraan awal. Tidak ada kesan atau bukti yang mengarah bahwa Harum adalah call girl. Dia memang mengakui tidak perawan lagi, tetapi itu pun baru melakukan hubungan dengan pacarnya saja. Pacarnya anak orang kaya di Bali, sehingga mereka selalu keluar masuk hotel-hotel untuk melampiaskan hawa nafsu sex.

Dia renggang sama pacarnya karena sang pacar melanjutkan studi ke luar negeri. Oral Harum sangat nikmat. Dia tidak saja melakukan treatment terhadap penis, tetapi juga menjilati buah zakar. Harum kemudian duduk bersimpuh dan melakukan pijatan di sekitar kemaluan Amin. Pijatannya sangat nikmat dan memberi tambahan gairah.

Dia melakukan pijatan seperti seorang pemijat yang sudah ahli. Amin sering massage di berbagai tempat, tetapi belum pernah menemukan pemijat yang bisa memijat alat kelaminnya senikmat yang dilakukan Harum. Ketika Amin berusaha mengorek Harum mengenai dari mana dia dapatkan ilmu memijat khusus ini. Harum sambil tersenyum malu mengatakan bahwa dia mempelajarinya dari internet. Kata Harum banyak demo di Youtube yang menunjukkan cara memijat prostat. Dia bahkan belum pernah mempraktekkan pada kekasihnya. Ini adalah yang pertama kali dilakukan. Namun karena sudah banyak sekali petunjuk yang didapat dari visualisasi di internet, maka pemahamannya mengenai pijat prostat makin baik.

Harum menawarkan untuk memijat seluruh tubuh Amin, karena dia banyak belajar dari internet mengenai full body massage. Amin tentu saja tertarik, karena badannya memang terasa agak lelah setelah seharian melakukan berbagai peninjauan ke daerah-daerah. Namun Harum meminta pemijatannya ditunda dulu.

Harum kembali menjilati penis Amin sampai penis itu tegak Sempurna. Harum mengambil peran aktif. Di genggamnya penis Amin lalu dia arahkan memasuki gerbang vaginanya. Perlahan-lahan penis Amin menikam makin dalam ke vagina yang memang sudah licin. Amin merasa vagina Harum masih cukup ketat. Seluruh bagian batang penis Amin terasa tercekat oleh jepitan vagina Harum.

Harum mulai memainkan peran diatas Amin berbagai gerakan diapraktekan. Dia yang mengendalikan gerakan, dan dia pula yang mengerang nikmat. Amin juga merasa penisnya seperti diperas-peras. Pemandangan juga indah, karena tetek Harum yang lumayan kenyal dan besar berguncang-guncang. Amin sebagai orang yang sudah cukup pengalaman dalam bertarung apalagi sebelum pertemuan dengan Harum dia sudah menelan obat yang memberi efek tahan lama, maka Amin tenang saja menghadapi serbuan. Sekitar 10 menit Harum bergerak aktif. Akhirnya tumbang ke atas tubuh Amin dan terasa memeknya bergerak sekitar mengikuti gelombang orgasme.

Harum memuji kehandalan Amin karena masih bertahan belum mencapai ejakulasi. Amin mengambil alih pengendalian permainan dengan membalikkan posisi sambil menjaga agar penis tidak terlepas dari lubang vagina.

Amin menahan kepala Harum dengan mengaitkan kedua tangannya lalu menggenjot Harum dengan gerakan slow. Gerakan itu bagaikan memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk merasakan kenikmatan gesekan kedua kelamin . Amin juga berkosentrasi untuk mencoba merasai daerah G-Spot Harum. Gerakan itu dirasakan Harum bagai menyiksanya, karena dia berharap Amin melakukan gerakan cepat dan kasar. Harum memang cewek yang bangkit birahnya jika dikasari dalam melakukan hubungan sex. Namun yang dirasakan sekarang adalah kebalikannya.

Namun dia tidak menyangka gerakan Amin justru memacu orgasmenya datang lebih cepat dan gelombangnyanya sangat dahsyat. Harum memeluk ketat seluruh tubuh Amin agar tidak bisa bergerak karena Harum ingin merasakan nikmatnya ganjalan penis Amin di dalam gua vaginanya sampai kontraksinya tuntas.

Merasa kekangan Harum mulai melonggar Amin kembali bergerak dengan mempertahankan gerakan slownya. Gerakan itu membuat Harum menjadi gila, karena dia sudah tidak mampu lagi menguasai dirinya. Dia berkali-kali diterjang gelombang orgasme yang sangat luar biasa yang selama ini belum pernah dia rasakan. Harum dalam berhubungan dengan pacarnya memang juga merasakan orgasme, tetapi orgasme yang dialami kali ini rasanya lebih hebat, lebih nikmat dan datang beruntun berkali-kali. Harum menyerah tidak mampu melayani terus dia minta Amin menyudahi karena badannya sangat lelah dan matanya juga sudah berat sekali. Permintaan itu diabaikan Amin dengan terus melakukan permainan yang membuat lawan mainnya gila.

Amin merasa mulai lelah dengan melakukan gerakan selama 15 menit, sehingga Amin berkonsentrasi untuk mencapai orgasmenya. Amin mencapai orgasme disambut oleh orgasme Harum yang sudah entah ke berapa kali.

Setelah pertandingan longset. Amin mengajak Harum ke kamar mandi, Harum dengan mata agak berat bangkit juga. Jalannya terhuyung-huyung sehingga menggelendot ke Amin. Mereka membersihkan alat senggama sampai kembali bersih dan wangi. Keduanya berjalan tanpa penutup tubuh. Setelah itu langsung kembali rebah dan masuk ke dalam selimut. Harum beberapa saat kemudian sudah mulai mendengkur halus. Sementara Amin matanya sulit dipicingkan. Otaknya berputar berpikir mengadapi fenomena yang dialaminya sendiri. Seorang gadis cantik yang dengan mudahnya menyerahkan dirinya hanya untuk alasan kesulitan biaya kuliah. Menurut Amin, sosok Harum masih terlalu belia untuk bermain sex, tetapi nyatanya dia sudah sangat trampil.

Amin akhirnya tertidur juga. Entah berapa lama terlelap akhirnya dia terjaga karena merasa sekujur tubuhnya seperti dipijat. Harum memang sedang membayar utangnya dengan memijat seluruh tubuh Amin . Sekitar satu jam dia dipijat dan merasa risih kemudian karena badannya berlumuran cream body lotion.

Keduanya lalu kembali mandi air hangat. Badan terasa segar dan bersih. Mulanya Amin ingin main dua babak. Tetapi setelah babak pertama tuntas dia kehilangan selera untuk main satu babak lagi. Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Amin ingin kembali ke hotelnya bergabung kembali dengan rombongan.

Harum memang agak kecewa, tetapi dia tidak keberatan ditinggal, karena di lobby dia ditunggu mamanya. Amin merasa tidak melihat ada wanita ketika di lobby ketika dia masuk hotel tadi. Amin menjadi tidak bisa berpikir waras. Mengetahui bahwa Harum ngamar dengan lelaki setengah umur ibu dari si cewek mengetahui bahkan mengantarnya. Amin tidak ingin berpikir panjang sekarang, dia serahkan segepok uang yang dijanjikan ditambah dengan biaya makan dan transportasi yang cukup lumayan.



*****

Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Amin di dalam pesawat kelas eksekutif termenung sendiri. Pikirannya masih menerawang memikirkan bagaimana bisa terjadi anak secantik Harum dengan mudahnya menyerahkan tubuhnya ke lelaki seperti dirinya dan diantar pula oleh ibunya chek in di hotel.

Jika saja Amin memabaca cerita seperti yang dia alami, dia tidak akan percaya bahwa cerita itu adalah nyata. Tetapi dia baru saja menjalaninya sendiri, sesuatu yang tidak masuk akal.

Tidak sampai sebulan kemudian, kembali masuk sms dari Harum. Isinya singkat. Harum minta di call. Kebetulan Amin sedang duduk sendirian menunggu rekannya datang di kafe salah satu hotel mewah. Amin langsung call no Harum.

Ketika call itu diangkat, terdengar suara wanita, tapi Amin merasa itu bukan suara Harum. Dia tidak mengenali suara itu. Benar juga ternyata itu adalah suara ibunya Harum. Dia memperkenalkan diri dengan nama Novia. Pembicaraannya berawal dari basa basi, kemudian mengalir pada arah ibunya juga ingin mendapat bantuan. Dia berterus terang hidup menjanda dan selama ini menjalankan bisnis kecil-kecilan. Novia kelihatan cukup piawai menjalin kata-kata, karena mungkin dia biasa melakukan marketing. Amin terbuai dengan pembicaraan Novia, sampai akhirnya Amin berjanji memberi bantuan ala kadarnya. Meskipun sebutan ala kadarnya tetapi pada posisi Amin rasanya tidak pantas membantu dengan jumlah ratusan ribu, tetapi ya jutaan juga lah. Ibarat Mercedes S 500, mana mungkin bayar parkir cuma 5 ribu, paling tidak ya 20 ribu kan, malah sepantasnya 50 ribu.

Pastilah Amin tidak mentransfer langsung dari rekeningnya, tetapi dari rekening orang lain. Sebagai pejabat negara, rasanya cukup berbahaya mentransfer sejumlah uang ke rekening yang tidak ada hubungan apa pun ke dirinya.

Ada perkataan Novia yang mengganggu pikiran Amin. Perkataan itu adalah Novia akan menservice Amin jika berada di Bali. Kalau Novia itu wanita tua, pasti tidak mengganggu pikiran Amin, tetapi Novia itu adalah wanita yang kelihatan matang, berparas cantik, tetek kelihatan besar sekali. Amin adalah pengagum wanita ber payudara besar. Foto Novia yang menunjukkan teteknya besar itu adalah salah satu foto Novia sedang menggunakan kebaya. Terlihat sekali belahan dan sembulan payudara yang tidak tertutup kebaya, terlihat sangat menyembul.

Amin tidak berani menggunakan ponselnya berkomunikasi dengan wanita . Komunikasi dilakukan melalui chat di mini padnya. Amin memang harus ekstra hati-hati berkomunkasi yang “keliru“ melalui Hpnya. Dalam chat, Novia sering melontarkan kata-kata yang menggoda, sampai akhirnya Amin jadi penasaran juga karena dari chatnya itu, Novia mempromosikan kemahirannya melakukan terapi kejantanan, berkat tuntunan dari para leluhurnya.

Meski Amin tidak ada penugasan ke Bali, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Bali. Di rumah dia mengaku ke Bali karena urusan dinas. Di rumah percaya saja, karena memang sudah terbiasa.

Amin kali ini memesan kamar di wilayah Nusa Dua, karena dia ingin menginap di Bali barang 2 malam. Ini juga akibat penasaran Amin terhadap janji dan promosi Novia mengenai berbagai treatment yang katanya merupakan rahasia dari leluhur. Apalagi Novia meski berumur, tetapi kecantikannya tidak kalah dari para Diva. Baru memikirkan saja selama penerbangan di pesawat barang Amin sudah mengeras.

Amin langsung menuju kamar Novia. Kamar itu memiliki view laut. Ketika pintu dibuka. Amin terperanjat dan agak kecewa. Karena selain Novia, Harum turut menyambut kedatangannya. Air muka kecewa itu tentu terbaca oleh Novia. Khayalan Amin mengenai Novia buyar.

Novia kemudian berusaha menetralkan suasana kekecewaan yang dirasakan Amin. Karena merasa gengsi juga, Amin berusaha menyembunyikan kekecewaannya, dan menyatakan tidak masalah dengan kehadiran Harum. Rasa Amin malu juga kalau dia berterus terang menyatakan kekecewaannya, karena dengan begitu akan terlihat Amin terlalu berharap negesex dengan Novia yang adalah ibu si Harum yang pernah di embatnya sebulan lalu.

Amin lalu mencari sisi positif dari situasi seperti itu. Dia akhirnya pasrah dan malah ingin tahu skenario apa yang telah disiapkan oleh Novia dan Harum menghadapi dirinya. Apa pun yang mereka siapkan Amin akan turut saja.

Sambil duduk Amin mulai mendapat pijatan bahu dari Harum di depan ibunya. Harus diakui pijatan ini bukan basa basi, karena sangat nikmat rasanya. Susana menjadi makin akrab. Meski begitu, Novia masih menjaga suasana. Dia tidak duduk berdampingan dengan Amin. Tetapi tetap duduk di sofa terpisah yang memang tersedia di kamar suite itu.

Jam di dinding menunjukan jam 3 sore. Harum minta diri karena dia ingin berenang. Tanpa rasa malu Harum membuka semua bajunya sampai bugil lalu mengenakan baju renang two pieces. Semua itu dilakukan tanpa rasa malu di depan Amin dan Novia. Amin tidak ingin salah berkomentar dia diam saja. Novia juga tidak berkomentar terhadap kelakuan anaknya.

Harum lalu mengenakan kimono berlalu keluar dari kamar. Dari kamar itu juga bisa dilihat kolam renang dengan latar belakangnya adalah laut. Sepeninggalan Harum, Amin jadi kikuk. Ini ditangkap oleh Novia. Dia lalu duduk merapat dan memijat-mijat paha Amin.

Novia meski hanya beda 8 tahun dengan Amin, tetapi dia menyebut Amin dengan Bapak. “Bapak capek ya, mau dipijat kan,” tanya Novia. “ Ah itu yang ditunggu-tunggu, selama di pesawat saya membayangkan bagaimana pijatan mbak Novia yang katanya khusus itu,” jawab Amin.

Novia meminta Amin berdiri. Novia dengan sabarnya membuka semua pakaian sehingga hanya menyisakan celana dalam saja. Amin lalu digandeng kekamar mandi. Sampai di kamar mandi tanpa rasa canggung Novia melepaskan celana dalam Amin dan mempersilakan Amin membuang air kecilnya. Sementara itu Novia membuka pula semua bajunya sampai telanjang sama sekali. Amin mencermati tubuh Novia selama dia menelanjangi dirinya. Tubuh Novia yang tidak bisa dibilang muda tetapi, masih sangat mencengangkan. Dia bisa menjaga perutnya sehingga tidak menggelambir dan minim stretch, pantatnya juga mempesona, karena sangat tonggeng dan paha ke bawahnya cukup gempal proporsional. Yang paling istimewa adalah jembut yang sangat lebat. Hitam, sehingga belahan memeknya sama sekali tidak terlihat.

Teteknya besar sekali, memang agak turun, tetapi kelhatannya masih normal, karena tidak mungkin tetek sebesar Novia punya itu bisa mengacung ke depan. Pentilnya tidak terlalu gelap, warnanya coklat muda dan lingkaran aerolanya tidak besar, meski pentilnya cukup besar. Namun pentilnya besarnya normal, bagi wanita yang telah memiliki anak.

Setelah Amin tuntas melepas air seninya dia diminta masuk berdiri di bak mandi, dan toilet diduduki Novia. Terderngar desiran suara pipisnya. Dia tanpa malu melepas saja hajatnya. Keduanya berada di dalam bath tb sambil berdiri. Novia mengatur kehangatan air di shower lalu membilas dari leher sampai ke bawah. Sabun cair diusapkan ke seluruh tubuh. Tangan Novia berhenti dan agak lama bekerja di bagian kemaluan Amin.

Perlakuan itu membuat kontol Amin makin tegang, namun belum mencapai 100 persen. Amin diminta Novia telentang di dalam bath tab yang tidak digenangi air. Badan Novia juga penuh dengan sabun. Novia lalu menindih Amin. Kedua tubuh mereka licin karena sabun. Novia bergerak-gerak di atas tubuh Amin Teteknya yang besar dan kenyal menekan dada Amin sementara di bawah rimbunan jembut seperti menyikat sekitar kelamin Amin. Gerakan Novia ini sangat mahir, sehingga penis Amin tidak sampai terpelest masuk ke dalam celah vagina.

Amin lalu diminta telungkup dan Novia kembali melakukan body massage. Punggung Amin terasa nikmat ditekan dan diuyel-uyel oleh kekenyalan payudara Novia. Di pantatnya juga terasa geli dan nikmat disikat oleh jembut lebat. Novia lalu mengambil posisi di bawah Amin yang masih telungkup. Posisi kepala berlawanan arah dan Novia menggesek-gesekkan jembutnya di sekitar kelamin Amin. Penis Amin sudah menegang sempurna. Novia mengajak Amin berdiri dan mereka berdua membilas tubuh sampai bersih dari sabun dan Novia dengan sabarnya mengeringkan dengan handuk dan melilitkan handuk ke tubuh Amin. Novia juga melilitkan handuk tetapi tidak menutupi tetek gedenya. Pemandangan sangat menarik melihat tetek besar gondal-gandul ketika berjalan. Rasanya Amin tidak sabar ingin langsung meremas. Tetapi keeinginan itu ditahannya, karena dia sudah berjanji kepada dirinya ingin mengikuti skenario Novia.

Amin dibaringkan dan handuknya dilepas. Amin tidur dengan penis mengacung ke atas. Novia juga membuka handuknya. Mereka berdua sudah bugil dan AC di kamar sudah dimatikan untuk mengurangi rasa dingin. Novia melancarkan pijatan, tetapi bukan memulai dari kaki atau dari bahu. Tangannya langsung menjamah daerah kemaluan Amin. Beberapa simpul saraf di sekitar kelamin di tekan-tekan. Ada yang mengakibatkan rasa syur, tetapi ada juga yang terasa sakit. Novia berkomentar menjelaskan semua pijatannya itu. Dia mengatakan bagian simpul saraf ini untuk membuat laki-laki tahan lama. Kalau pemijatannya tepat, laki-laki bisa bertahan satu jam, katanya. Lalu bagian lain disebutkan untuk meningkatkan kekerasan. Dengan kekerasan yang super, maka penis akan menjadi bertambah besar. Amin memang merasa bahwa sekujur kulit penisnya menjadi mengkilat, karena penisnya memang sangat berkembang bertambah besar dan panjang. Panjang penis Amin normal saja sekitar 15 cm, tapi kini tampaknya menjadi lebih panjang dan besar.

Pijatan tidak saja di sekitar kelamin tetapi juga dibagian paha dalam, lalu di bagian pantat. Rasa nikmatnya luar biasa, tetapi meski begitu, tidak ada terasa sperma ingin keluar. Amin hanya merasa penisnya makin keras dan penuh. Kepiawai Novia tidak hanya pijatan tangan, tetapi lidah dan giginya juga ikut bermain. Dia menjilati, bagian di bawah kantong zakar yang berdekatan dengan lubang dubur. Rasa geli dan nikmat luar biasa sampai tanpa sadar Amin mengerang. Novia juga menggigit sebelah dalam paha Amin sampai tidak terasa sakit.

Setelah kelaki-lakian di kerjai, Novia lalu membereskan kebugarannya. Amin disuruh telungkup dan dia menggarap simpul-simpul saraf di sepanjang tulang belakang. Rasa nikmat dan sakit bercampur menjadi satu dan datang silih berganti. Belum pernah seumur hidup Amin merasakan pijatan yang demikian ahli. “Pak ini untuk meningkatkan kebugaran, jadi bapak tahan tiarap dan main terus selama 2 jam tanpa pinggang sakit.” kata Novia.

Amin tidak membantah, kecuali percaya saja. Selain itu memang pijatannya nikmat sekali. Sekitar 90 menit terapi ku selesai.

“ Pak mari kita coba hasil pijatan saya,” kata Novia. Dia minta Amin telentang dan rileks. Novia berada di atas dan membimbing penis yang sudah sangat keras masuk kedalam vaginanya. Luar biasa memang memek si Ibu ini, Meski usianya tidak muda lagi tetapi memeknya masih terasa menggigit. “ Bapak diam saja ya, rileks, biar saya yang atur,” kata Novia. Amin lalu merasakan kemutan vaginanya yang bergelombang seperti memijat sekujur penisku. Novia tidak bergerak, dia hanya telungkup diatas tubuhku, hanya lubang vaginanya saja yang bekerja melakukan gelombang pijatan di sepanjang penisku.

Novia mengubah posisinya dengan jongkok di atasku. Dia kembali melakukan pijatan memek dengan variasi gerakan tubuhnya. Penis Amin rasanya seperti diperas habis.

Sudah setengah jam melakukan, meski nikmat Amin masih mampu bertahan. Sementara itu Novia melalui kreasinya sendiri dia mencapai orgasme sudah dua kali. Posisi berubah lagi dan Amin yang menindih tubuhnya. Amin kembali diminta diam dan rileks di atas tubuhnya. Penisnya merasakan luar biasa nikmatnya. Karena Amin rileks maka setiap gerakan memeknya bisa dirasakan sepenuhnya. Namun Amin lama-lama tidak bisa tahan emosi juga. Sudah hampir sejam Amin bermain dengan pijatan memek tetapi tidak terasa juga akan orgasme. Amin memainkan peranan dan melakukan gerakan cepat dan kasar mengenjot, Novia. Ibu cantik ini mengerang dan menjerit silih berganti karena dikasari begitu, Amin pun merasa makin sedap sampai sekitar 30 menit Amin embat memeknya dengan gerakan lari cepat, nafas Amin masih mendukung, pinggang tidak terasa pegal. Benar juga kata Novia tadi. Amin sama sekali tidak merasa cape. Namun yang tidak bisa dikuasai adalah rasa bosan. Karena sudah melakukan gerakan 40 menit masih juga belum bisa muncrat, akhirnya Amin berusaha memanipulasi otaknya dan berusaha merasakan seluruh kenikmatan lalu konsentrasi. Benar juga Amin akhirnya mengalami ejakulasi yang luar biasa nikmatnya.

Sperma disempotkan di dasar memek Novia sampai tuntas ejakulasinya. Ada handuk di bawah sehingga lelehan sperma tidak sampai mengotori sprei. Amin tidur berbaring di sebelah Novia. “ Bagaimana Pak,”, tanyanya.

Amin harus mengakui hasil pijatan Novia yang memang luar biasa. Rasanya ingin dipijat tidak hanya sekali ini saja. Keduanya lalu membersihkan diri dan isitrahat dibawah selimut sambil bugil. Amin lupa bahwa ada Harum. Itu juga karena Novia yang mengarahkan Amin beristirahat sambil telanjang di bawah selimut. Novia mendekap dirinya sambil kulitnya bersentuhan.

Amin terkejut ketika Harum sudah berada di depan ranjang . Novia tampak tenang-tenang saja. Amin berpikir bagaimana menyelamatkan ketelanjangannya dari pandangan Harum. Belum sempat menemukan cara. Harum tiba-tiba menyibakkan selimut sehingga terlihat ibunya yang bugil memeluk Amin yang juga bugil.

Pasrah, hanya itu yang harus dilakukan. Seperti tadi Amin akan mengikuti skenario mereka. Harum tidak berkomentar lalu kembali menutup selimut. Dia ke kamar mandi dan kembali dengan pakaian daster, lalu ikut masuk ke dalam selimut tidur disebelah Amin. Pejabat negara itu sekarang diapit oleh ibu dan anaknya.

Apa pun yang dipikirkan tidak bisa dipecahkan bagaimana Novia mengelola anaknya sehingga bisa keduanya memeluk tubuh Amin dan ibunya telanjang pula. Ibunya tidak jelek, bahkan termasuk idaman banyak pria, Harum cantik juga.

Dari sepintas cerita, Novia mengemukakan suaminya ada main dengan wanita lain. Ini mengecewakan sehingga dia minta cerai.

*****

Amin tidak bisa tidur, sementara Novia di sebelah kanannya sudah mendengkur halus, Harum pun pulas . Amin sulit bergerak karena dua perempuan ini memeluk dirinya. Jika dua perempuan ini tidak ada kaitan family, lebih masuk akal menceritakannya. Menjadi sulit diterima akal karena mereka adalah ibu dan anak kandung.

Setelah sejam, Novia bangun. Dia berlari-lari kecil ke kamar mandi dan melepaskan hajat kecilnya. Lucu juga melihat dia lari tadi. Karena dalam keadaan bugil, maka tetek besarnya bergegar ke kiri dan kanan. Dia balik ke bed lalu duduk bersimpuh di samping. Disingkapnya selimut. Terlihat penis yang sedang tergeletak lemas. Tubuh bugilnya masih dipeluk Harum.

Novia menanyakan bagaimana rasa sesudah dia pijat. Amin mengakui secara jujur bahwa pijatan di simpul-simpul syaraf memang luar biasa. Amin pun tanpa tedeng-aling-aling mengakui kehebatan permainaannya. Harum tiba-tiba menyambar, “Enak ya yah, Ibu jago sih” katanya.

Novia mengatakan akan menyempurnakan pijatannya. Kembali kelaminnya dipijat, ada bagian tertentu dicubit, ada pula yang digigit dan dijilat. Semua itu dia lakukan tanpa rasa rikuh di depan anaknya. Rasa geli yang kadang timbul, kata Novia untuk mengaktifkan syaraf, demikian juga cubitan yang kadang ada rasa sakit ada pula yang menggelikan.

Sekitar setengah jam terapi itu dilakukan, penisnya menjadi tegak mengeras sempurna. Novia memerintah anaknya untuk mengulum penis itu, dan dia menunjukkan bagian-bagian yang harus digigit dan bagian mana pula yang harus dijilat. Amin merasa terbang merasakan nikmat yang luar biasa oleh terapi mereka.

Novia lalu memerintahkan Harum memasukkan penis ke memeknya dengan posisi Harum berjongkok di atas. Dengan segera harum melakukannya tanpa rasa malu pada ibunya. Berbagai instruksi diberikan oleh Novia kepada anaknya . Pengarahan itu memang menghasilkan kenikmatan yang luar biasa. Meski begitu Amin masih bisa bertahan.

Sekitar setengah jam Harum sudah mengendarai dan dia kayaknya sudah dua kali mencapai orgasmenya. Harum minta izin ibunya untuk menyudahi, karena badannya rasanya lelah sekali setelah 2 kali orgasme. Posisi Harum langsung digantikan oleh ibunya. Luar biasa dalam waktu jeda tidak sampai 1 menit Amin sudah merasakan 2 memek berbeda milik ibu dan anak kandungnya. Sensasi langka yang sulit dibayangkan.

Permainan ibunya memang lebih hebat dan nikmat. Terasa sekali totalitas permainan sexnya Amin tidak ingat waktu dia bermain di atas berapa lama, tetapi yang diingat dia sudah orgasme 3 kali di atas. Amin membalikkan posisi dan menggenjot cepat terus menerus. Novia mengerang dan menjerit tanpa dia sadari. Entah berapa kali dia dilanda orgasme sampai akhirnya Amin nyampe juga setelah konsentrasi penuh.

Siang malam selama menginap di hotel di Nusa Dua Bali Amin hampir terus menerus ngentot saja kerjanya. Amin heran, mengapa stamina dan nafsunya bisa begitu kuat. Padahal jika di rumah untuk seminggu sekali saja sudah termasuk bagus. Karena sering kali hanya sekali dalam 2 minggu. Anak dan ibu sudah tidak ada beda. Amin menggarapnya tanpa rasa sungkan dan tanpa tedeng aling-aling . Ngentot ibu di depan anaknya atau sebaliknya atau gonta-ganti nyelupin penis.

Amin kembali ke Jakarta dengan rasa yang puas, bahkan sampai di rumah pun aku masih mampu memberi jatah. Istri agak heran , kenapa Amin begitu bernafsu dan mainnya bisa lama. Istrinya sampai kewalahan menghadapi permainan itu.

*****



Semula Amin sudah khawatir jika aku dijadikan sapi perah oleh Novia dan Harum. Nyatanya setelah 2 bulan kecurigaannya itu tidak terbukti. Mereka tidak pernah meminta, malah Amin saja yang berinisiatif mengirim. Jika Amin rindu oleh permainan mereka kadang-kadang Amin yang meminta mereka datang ke jakarta.

Cerita berikutnya bukan dia ingin berlebihan bercerita, tetapi ini kenyataan aneh yang dialami, sehingga rasanya perlu juga diceritakan. Amin tidak memaksa pembaca percaya, karena dia sendiri tidak bisa membuktikannya. Namun cobalah telusuri terus cerita ini.

Amin kan terbiasa chating dengan Harum dan Novia. Suatu kali akun Harum dipakai adiknya. Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Silvia. Amin meladeni seadanya. Dari wajah di web cam, terlihat anak ini masih imut, karena memang baru kelas 1 SMA. Kata dia umurnya baru 15. Dia memanggil Amin juga dengan sebutan ayah.

Lucunya dan ini aneh, dia menawarkan dirinya untuk dipakai juga. Amin tentu saja menolak. Apa kata dunia jika dia main sama anak di bawah umur. Zmin mengaku ngeri membayangkan risikonya. Amin mengira keinginannya itu hanya kebutuhan materi dan dia kurang pertimbangan. Namun nyatanya dia serius. Sebab dia mengadu kepada ibunya soal penolakan itu. Ibunya bukan melerai, malah ikut menyodorkan . Parahnya lagi ini anak masih virgin. Ya karena memang masih terlalu muda. Amin membuang jauh-jauh keinginan itu, meskipun ibunya dan kakaknya merestui. Ah bagaimana pun Amin mengaku harus mengekang keinginan itu. ***

Popular posts from this blog

ISTRI BINAL

Namaku Kevin berumur 33 tahun, dan istriku bernama Risnawati 29 tahun, dia selalu membuatku merasa bangga karena memilikinya. Ya bangga karena semua pria akan berhasil dia paksa untuk menolehkan kepala jika dia lewat dihadapan mereka. Aku selalu merasa bergairah bila melihatnya mengenakan pakaian sexy, terlebih bila pakaiannya bisa dibilang sangat sexy untuk mengundang beribu pria menelan ludah karena melihatnya.

Gairah Siswi PKL

simas_ardi
simas_ardi
Semprot Kecil
Thread Starter

Daftar
24 Apr 2011

Post
52

Like diterima
8

23 Sep 2011

#1

Dulu aku sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang automotive di daerah Bekasi. Ditempat itu, sebut saja PT. BT, jumlah karyawannya cukup banyak. Tapi bukan itu yang menyebabkan aku menurunkan tulisan ini. Selain karyawan, disana terdapat beberapa siswi yang sedang melakukan PKL. Diantara siswi tersebut, salah satu diantaranya, telah membuat aku seperti kembali merasakan cinta (yang dulu pernah hilang bersama Galuh).

Siswi tersebut, kita sebut saja namanya Muti, diperbantukan di departemen Personalia, sedangkan aku, bekerja di departemen PPIC. Sebenernya ruang kerja kami agak berjauhan, tetapi karena sama-sama mengerjakan jenis pekerjaan yang menyangkut dengan data, maka setiap hari, kami selalu bertemu ditempat foto copy.

Awalnya sih, aku hanya sekedar mengagumi kecantikannya, karena dengan hidung yang bangir, bentuk bibir ya…

Diperkosa Teman Suami

Sebut saja nama ku Lela, wanita umur 28 thn dan orang-orang bilang bentuk tubuhku amatlah proposional, tinggi 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B, ditunjang wajah cantik (itu juga orang-orang yang bilang) dan kulit putih cerah. Sebelumnya aku memang sering bekerja menjadi SPG pada pameran mobil dan banyak orang mengelilingi mobil yang aku pamerkan bukan utk melihat mobil tetapi untuk melihatku. Menikah dengan Budiman, 30 thn, seorang pekerja sukses. Kami memang sepakat utk tidak punya anak terlebih dahulu dan kehidupan seks kami baik-baik saja, Budiman dapat memenuhi kebutuhan seks ku yang boleh dibilang agak hyper..sehari bisa minta 2 sesi pagi sebelum Budiman berangkat kerja dan malam sebelum tidur. Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Budiman bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja Lembur, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan …